Abdullah bin Hasan bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib, adalah cucu Hasan bin Ali, cicit Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra binti Muhammad. Beliau dijuluki al-Mahdi oleh kalangan Sunni dan dijuluki al-Kamil oleh kalangan Syiah.
al-Imam as-Sayyid [1] Abdullah al-Mahdi al-Kamil | |
---|---|
Nama asal | عبد الله |
Lahir | 'Abd-ul Allah (عبد الله) 68 H/687 M Madinah |
Meninggal | 143 H/762 M Penjara Abu Ja'far Al-Mansur, Irak, Kekhalifahan Abbasiyah |
Makam | Syinafiyah, Diwaniyah [1], Irak |
Kebangsaan | Arab |
Nama lain |
|
Kewarganegaraan | Abbasiyah |
Dikenal atas | Ahlul Bait Putra Hasan Cucu Hasan Leluhur sebagian wangsa al-Hasani |
Kota asal | Madinah |
Gelar |
|
Suami/istri |
|
Anak | |
Orang tua | Hasan (ayah) Fathimah binti Husain |
Kerabat | Saudara dari:
Sepupu pertama dari:
Sepupu kedua dari: |
Beliau adalah leluhur banyak klan al-Hassani yang tersebar dari Maroko hingga Indonesia. Beberapa diantaranya sukses mendirikan dan menjaga kelangsungan sebuah Monarki.
Mereka kemudian juga memiliki gelar yang bermacam-macam, namun umumnya mereka memakai nama gelar depan "Sayyid" alih-alih "Syarif" sebagaimana yang umum dipahami. "Syarif" sendiri sebenarnya ada namun dipakai secara terbatas dikalangan para keluarga Kesyarifan yang hari ini wilayahnya telah melebur dalam negara Arab Saudi modern, keturunan mereka hari ini malah lebih sering tanpa sebutan "Sayyid" sekalipun.
Walaupun begitu, di daerah yang masih kental adat istiadatnya seperti di Maroko dan sekitarnya, kalangan klan ini masih sangat dihormati dengan gelar depan "Sayyid". Begitupun dikalangan Tradisionalis, seperti kalangan Nahdlatul Ulama di Indonesia atau umumnya di Nusantara dan anak benua India, klan keturunan ini juga masih sangat dihormati dengan gelar depan yang bermacam-macam pula seperti: Syed, Habib, atau bahkan Pangeran, Raden jika memiliki ikatan darah dengan Kerajaan setempat.