Sebelumnya | Alsthom, GEC Alsthom |
---|---|
Société Anonyme | |
Kode emiten | Euronext: ALO Komponen CAC 40 |
Industri | Transportasi rel |
Didirikan | 1928 |
Kantor pusat | Saint-Ouen-sur-Seine, Prancis |
Tokoh kunci | Henri Poupart-Lafarge (Chairman dan CEO) |
Produk | Kendaraan rel Persinyalan |
Pendapatan | €8,785 milyar (2020-21)[1] |
€373 juta (2020-21)[1] | |
€259 juta (2020-21)[1] | |
Total aset | €28,566 milyar (2020-21)[1] |
Total ekuitas | €9,117 milyar (2020-21)[1] |
Pemilik | Hingga Mei 2021[update]:[2] |
Karyawan | 75.000 (2021) |
Situs web | www |
Alstom SA adalah sebuah produsen bakal pelanting perkeretaapian multinasional asal Prancis. Produk perusahaan ini meliputi kereta cepat AGV, TGV, Eurostar, Avelia, dan New Pendolino, serta kereta metro, kereta suburban, kereta regional, dan trem Citadis.
Perusahaan ini memulai sejarahnya dengan nama Alsthom (awalnya Als-Thom) pada tahun 1928 melalui penggabungan antara Compagnie Française Thomson-Houston dan divisi rekayasa elektrik dari Société Alsacienne de Constructions Mécaniques. Alsthom kemudian mengakuisisi Constructions Electriques de France (1932), produsen kapal Chantiers de l'Atlantique (1976), dan sebagian dari ACEC (Belgia, akhir dekade 1980-an).
Pada tahun 1989, Alsthom bergabung dengan sebagian dari General Electric Company untuk membentuk GEC Alsthom. Pada dekade 1990-an, GEC Alsthom mengakuisisi Linke-Hofmann-Busch asal Jerman dan Sasib Railways asal Italia. Pada tahun 1998, GEC Alsthom resmi melantai di Paris Stock Exchange dan kemudian mengubah namanya menjadi Alstom.
Pada tahun 2003, perusahaan ini mendapat bailout sebesar €3,2 milyar dari pemerintah Prancis. Untuk mematuhi peraturan dari Uni Eropa mengenai bantuan pemerintah, Alstom harus menjual sejumlah divisinya, salah satunya divisi pembuatan kapal dan divisi transmisi tenaga listrik yang akhirnya dijual ke Nikhanj Power. Pada tahun 2010, perusahaan ini kembali mengakuisisi divisi transmisi tenaga listriknya.
Pada tahun 2004, Alstom kembali mengalami masalah keuangan, karena mendapat denda sebesar €4 milyar akibat cacat desain yang diwariskan oleh bisnis turbin milik ABB Group yang diakuisisi oleh perusahaan ini.
Pada tahun 2014, Alstom mengumumkan bahwa mereka telah menyetujui tawaran dari General Electric (GE) yang ingin mengakuisisi divisi tenaga dan sistem kelistrikannya dengan harga US$17 milyar (€12,4 milyar). Persetujuan tersebut kemudian memicu kontroversi di Prancis, sehingga akhirnya tawaran tersebut meliputi pembentukan joint venture yang berbisnis di bidang pembangkitan dan transmisi tenaga listrik. Bisnis persinyalan kereta api milik GE kemudian juga dijual ke Alstom. Akuisisi divisi tenaga dan sistem kelistrikan milik Alstom oleh GE akhirnya disetujui oleh otoritas kompetisi di Uni Eropa dan Amerika Serikat pada tahun 2015, asalkan bisnis turbin gas berat milik Alstom dijual ke Ansaldo Energia. Penjualan bisnis pembangkitan dan transmisi tenaga listrik milik Alstom ke GE akhirnya selesai pada tanggal 2 November 2015.
Pada akhir tahun 2017, Alstom mengumumkan bahwa mereka berencana bergabung dengan Siemens Mobility asal Jerman. Namun pada bulan Februari 2019, Komisi Eropa melarang penggabungan tersebut. Pada bulan Februari 2020, perusahaan ini setuju untuk membeli Bombardier Transportation. Pembelian tersebut akhirnya selesai pada tanggal 29 Januari 2021.