| |||||||
Didirikan | 1 Mei 1946 (sebagai Malayan Airways) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Mulai beroperasi | 1 Oktober 1972 (sebagai Malaysian Airline System) 1 September 2015 (sebagai Malaysia Airlines Berhad) | ||||||
Penghubung | Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur | ||||||
Penghubung sekunder | Bandar Udara Internasional Kota Kinabalu | ||||||
Kota fokus | Bandar Udara Internasional Kuching | ||||||
Program penumpang setia | Enrich | ||||||
Lounge bandara | Golden Lounge | ||||||
Aliansi | Oneworld | ||||||
Anak perusahaan | |||||||
Armada | 72 | ||||||
Tujuan | 77 | ||||||
Slogan | More than just an airline code. MH is Malaysian Hospitality. | ||||||
Kantor pusat | Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Sepang, Selangor, Malaysia | ||||||
Tokoh utama | Wan Zulkiflee (Ketua) Izham Ismail (CEO) Boo Hui Yee (CFO) Ahmad Luqman (COO) | ||||||
Laba | RM 1,099 miliar (2023) | ||||||
Situs web | www |
Malaysia Airlines Berhad (MYX: 3786) (bahasa Melayu: Penerbangan Malaysia Berhad), bermerek dan beroperasi sebagai Malaysia Airlines, adalah maskapai penerbangan nasional Malaysia. Maskapai ini berkantor pusat di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur. Malaysia Airlines terbang ke berbagai destinasi di seluruh Eropa, Oseania, dan Asia dari hub utamanya di Bandara Internasional Kuala Lumpur, serta hub sekunder di Bandar Udara Internasional Kota Kinabalu. Malaysia Airlines Berhad sebelumnya dikenal sebagai Malaysian Airline System (Sistem Penerbangan Malaysia).
Malaysia Airlines merupakan bagian dari Malaysia Aviation Group, yang juga memiliki dua anak perusahaan: Firefly dan MASwings. Malaysia Airlines juga memiliki divisi kargo: MASkargo.
Malaysia Airlines menelusuri sejarahnya ke Malayan Airways Limited, yang didirikan di Singapura pada tahun 1930-an dan menerbangkan penerbangan komersial pertamanya pada tahun 1947. Kemudian berganti nama menjadi Malaysian Airways setelah Malaysia meraih kemerdekaan pada tahun 1963. Pada tahun 1966, setelah pemisahan Singapura, maskapai ini berganti nama menjadi Malaysia–Singapore Airlines (MSA), sebelum asetnya dipisah pada tahun 1972 yang secara permanen membentuk dua maskapai nasional yang terpisah dan berbeda—Malaysian Airline System (MAS, sejak itu berganti nama menjadi Malaysia Airlines) dan Singapore Airlines (SIA).[1]
Meskipun meraih banyak penghargaan dari industri penerbangan pada tahun 2000-an dan awal 2010-an,[2][1] maskapai ini berjuang untuk memangkas biaya untuk mengatasi munculnya maskapai berbiaya rendah (LCC) di wilayah tersebut sejak awal tahun 2000-an.[3] Pada tahun 2013, maskapai ini memulai rencana pemulihan setelah kerugian besar dari tahun 2011, dan menghapus rute jarak jauh yang tidak menguntungkan seperti Los Angeles, Buenos Aires dan Afrika Selatan.[4] Pada tahun yang sama, Malaysia Airlines juga memulai restrukturisasi internal dan bermaksud menjual unit-unit seperti teknik dan pelatihan pilot.[4] Dari tahun 2014 hingga 2015, maskapai ini dinyatakan bangkrut dan dinasionalisasi kembali oleh pemerintah di bawah entitas baru, yang melibatkan pengalihan semua operasi, termasuk aset dan kewajiban, serta perampingan maskapai.[5][6]