![]() Seorang Pitjantjatjara di Uluru | |
Daerah dengan populasi signifikan | |
---|---|
Australia Tengah: | Sekitar 4.000 |
Bahasa | |
Pitjantjatjara | |
Agama | |
Tradisional dan Kekristenan | |
Kelompok etnik terkait | |
Ngaanyatjarra, Yankunytjatjara |
Pitjantjatjara (pelafalan Aborigin: [ˈpɪɟanɟaɟaɾa] atau [ˈpɪɟanɟaɾa]) adalah suku Aborigin yang menetap di kawasan gurun Australia Tengah. Mereka berkerabat dekat dengan suku-suku penutur bahasa Yankunytjatjara dan Ngaanyatjarra, dan mereka dapat memahami bahasa satu sama lain. Saat ini terdapat sekitar 4.000 orang Pitjantjatjara yang masih tersisa.
Mereka menyebut diri mereka Anangu (orang-orang). Wilayah tradisional suku Pitjantjatjara terletak di wilayah yang disebut "Tanah Aṉangu Pitjantjatjara Yankunytjatjara" di Australia Selatan bagian barat laut serta wilayah Teritori Utara di sebelah selatan Danau Amadeus. Komunitas Pitjantjatjara juga dapat ditemui tidak jauh dari perbatasan dengan Australia Barat. Wilayah-wilayah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari identitas, kebudayaan dan kepercayaan tradisional Anangu.[1] Terdapat pula tempat-tempat yang dianggap suci oleh mereka, seperti Uluru dan Kata Tjuta.
Dalam sejarahnya, suku Pitjantjatara merupakan suku nomaden yang terdiri dari kelompok keluarga kecil. Mereka berpindah-pindah untuk mencari makanan dan air. Pada pertengahan abad ke-20, sebagian besar keluarga Pitjantjatara sudah meninggalkan gaya hidup lama mereka dan menetap di rumah-rumah baru yang mereka dirikan bersama. Meskipun begitu, mereka masih dapat mempertahankan budaya dan identitas mereka.