![]() | Artikel ini menggunakan kata-kata yang berlebihan dan hiperbolis tanpa memberikan informasi yang jelas. |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Jumlah populasi | |||
---|---|---|---|
304.292[1] | |||
Daerah dengan populasi signifikan | |||
Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Filipina | |||
Bahasa | |||
Mongondow, Melayu Manado, Indonesia, Sangir, Kaidipang, Lolak, Ponosakan, Bolango, Bintauna | |||
Agama | |||
Mayoritas Islam, Minoritas Protestan, Katolik [2] | |||
Kelompok etnik terkait | |||
Suku Mongondow (Jawi: سوكو موڠوندو) adalah sebuah etnis di Indonesia. Dahulu suku ini memiliki kerajaan yang bernama Bolaang Mongondow, yang kemudian pada tahun 1958 secara resmi bergabung ke dalam Indonesia serta menjadi Kabupaten Bolaang Mongondow. Suku ini mayoritas bermukim di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Suku Mongondow erat kaitannya dengan kata Bolaang yang berasal dari kata "Bolango" atau "Balangon" yang berarti Laut. "Bolaang" atau "Golaang" dapat pula berarti menjadi Terang atau Terbuka dan Tidak gelap, namun secara istilah kata bolaang atau bolang adalah berarti perkampungan yang ada di laut sedangkan Mongondow adalah perkampungan yang ada di hutan atau gunung.[3]