Uji cermin

Seekor babun sedang melihat bayangannya di cermin.

Uji cermin (bahasa Inggris: mirror test), kadang-kadang disebut uji tanda (bahasa Inggris: mark test) atau uji pengenalan diri di depan cermin (bahasa Inggris: mirror self-recognition test), adalah teknik penelitian yang dikembangkan pada tahun 1970 oleh psikolog Gordon Gallup Jr. sebagai cara untuk menentukan apakah hewan selain manusia memiliki kemampuan untuk mengenali dirinya sendiri.[1] Uji cermin merupakan metode tradisional untuk mengukur kesadaran diri, namun akhir-akhir ini muncul kontroversi mengenai apakah uji cermin dapat menjadi indikator yang sesungguhnya.

Sangat sedikit spesies yang berhasil lulus uji cermin. Pada tahun 2016, hanya manusia, simpanse, bonobo, gorila, orang utan, gajah asia, lumba-lumba, paus pembunuh, dan burung magpie erasia yang berhasil lulus tes ini. Beberapa spesies yang gagal mengenali dirinya dalam percobaan ini adalah beberapa spesies monyet, panda raksasa, singa laut dan anjing.[2][3]

  1. ^ Gallup, GG Jr. (1970). "Chimpanzees: Self recognition". Science. 167 (3914): 86–87. Bibcode:1970Sci...167...86G. doi:10.1126/science.167.3914.86. PMID 4982211. 
  2. ^ "List of Animals That Have Passed the Mirror Test". Diakses tanggal 23 November 2015. 
  3. ^ Turner, Rebecca. "10 Animals with Self Awareness". Diakses tanggal 23 November 2015. 

From Wikipedia, the free encyclopedia · View on Wikipedia

Developed by Nelliwinne