Unikorn (bahasa Inggris: Unicorn) adalah istilah untuk perusahaan rintisan dengan nilai kapitalisasi lebih dari $1 miliar. Istilah unikorn ini pertama kali diperkenalkan oleh Aileen Lee, seorang investor perusahaan rintisan yang juga pendiri Cowboy Ventures. Penamaan unikorn ini muncul dalam artikelnya yang berjudul “Welcome to The Unicorn Club” yang terbit di Techcrunch pada tahun 2013.[1]
Saat menciptakan istilah tersebut, Lee mengindentifikasi ada setidaknya 39 perusahaan rintisan yang nilai kapitalisasinya di atas $1 miliar. Jumlah ini bakal terus meningkat setiap tahunnya. Ada alasan Lee memilih unikorn yang merupakan hewan mitos ini. Unikorn merujuk pada hewan mitologi Yunani berbentuk kuda putih bertanduk. Ini karena perusahaan rintisan yang sukses seperti itu tergolong langka, hampir mustahil, dan sulit dicapai.[2] Beberapa perusahaan yang tercatat sebagai unikorn di Tanah Air seperti J&T, OVO, dan Traveloka.[3]
Hingga saat ini, sudah muncul perusahaan rintisan unikorn dengan nilai kapitalisasi pasar di atas $10 miliar, antara lain Uber, Didi Chuxing, WeWork, Airbnb, Pinterest, dan SpaceX.
Di Indonesia, perusahaan transportasi online Gojek adalah perusahaan pertama mencapai itu[4][5] karena diketahui melakukan merger dengan perusahaan rintisan lainnya yakni Tokopedia dengan membentuk perusahaan patungan bernama GoTo.[6] Kemudian perusahaan itu bisa berkembang lebih pesat hingga nilai valuasi fantastis lebih dari $100 miliar, meski banyak pula yang pailit atau kehilangan hampir seluruh valuasi.[7]